Pelaksanaan UN untuk tingkat SMA / SMK di Banjarbaru…, boleh dikatakan sukses…., meskipun di sana sini masih terdapat kendala…, namun masih dapat diatasi secara bersama-sama. Disini saya ingin menyoroti tentang adanya oknum pejabat dari pendidikan yang seenaknya menyalahkan pengawas-pengawas ruangan, pada saat terjadinya kesalahan soal yang di UN kan. Alangkah bijaknya bila pejabat tersebut bisa menahan diri untuk tidak melontarkan kata-kata atau perbuatan yang kurang etis di dengar dan dilihat oleh dewan guru se Banjarbaru, dan seharusnya memikirkan cara pemecahannya gimana ?. Memang mudah jika kita semua mengoreksi kesalahan orang lain…., semudah membalikkan telapak tangan. Bila kita teliti secara seksama, soal UN itu datangnya dari mana? Yang ngepak atau yang memasukkan ke dalam amplop itu siapa ? Amplop dalam keadaan di segel. Sekarang kita lihat pengawas ruangan, dia bertugas menjaga ketertiban peserta, mengedarkan soal dengan soal dalam keadaan tertutup/terbalik…, mana sempat untuk mengoreksi satu persatu soalnya, dan soal dibuat pas, jadi pengawas mana sempat mengoreksinya. Apa boleh pengawas mengoreksi soalnya dahulu ? apa ndak terindikasi dapat membocorkan atau memberitahu jawaban ke peserta UN ? Padahal soal ini, RAHASIA NEGARA …!! . Namun kejadian ini sudah berlalu, semoga tahun yang akan datang lebih baik lagi….., semoga dapat diambil hikmahnya….
wassalam
pemerhati pendidikan
